Kamis, 13 Juni 2013

Tulisan Bab 5 & 6 : Struktur Produksi" Perekonomian Indonesia



STRUKTUR PRODUKSI


1. Struktur Produksi
   Indikator perekonomian di dalam suatu negara salah satunya adalah pendapatan nasional.
   Pendapatan nasional sering dipergunakan sebagai indikator dalam perekonomian dalam hal :
·       Untuk menentukan laju tingkat perkembangan / pertumbuhan perekonomian di dalam suatu negara
·       Untuk mengukur keberhasilan suatu negara dalam mencapai tujuan pembangunan ekonomi
·       Untuk membandingkan tingkat kesejahteraan masyarakat suatu negara dengan negara lainnya.

   Ukuran keberhasilan perekonomian ada 3 pendekatan perhitungan yaitu :
§  Pendekatan produksi
§  Pendekatan pendapatan
§  Pendekatan pengeluaran


2. Pendapatan Nasional
(pengertian pendapatan nasional, perhitungan GDP + GNP + NI + Y (disposible) dan pengertian pendapatan nasional per kapita

  1. Pendapatan Nasional
Pendapatan nasional adalah suatu angka atau nilai yang menggambarkan produksi, pengeluaran, maupun pendapatan yang dihasilkan dari semua pelaku/sektor ekonomi dari suatu negara.

  1. GDP (Produk Domestik Bruto)
Gross Domestic Product (GDP) adalah pendapatan nasional yang nilainya dihitung dengan cara menjumlahkan seluruh kegiatan produksi yang dilakukan oleh semua pelaku/sektor ekonomi di Indonesia. GNP adalah perhitungan pendapatan yang didasarkan pada prinsip kewilayahan (secara politik).

Penghitungan nilai PDB dapat dilakukan atas dua macam dasar harga yaitu :
  1. PDB atas dasar harga berlaku, merupakan PDB yang dihitung dengan dasar harga yang berlaku pada tahun tersebut. PDB atas dasar harga berlaku berfungsi untuk melihat dinamika/perkembangan struktur ekonomi yang riil pada tahun tersebut.
  2. PDB atas dasar harga konstan, merupakan PDB yang dihitung dengan dasar harga yang berlaku pada tahun tertentu. PDB atas dasar harga konstan berfungsi untuk melihat pertumbuhan ekonomi dari tahun ke tahun. Contohnya jika kita ingin mengetahui berapa persen kenaikan PDB dari tahun 2001, 2002 dan tahun 2003, karena nilai/harga suatu produk tiap tahun berubah-ubah maka kita harus mengubah nilai PDB tahun 2001 dan 2002 dengan dasar harga tahun 2003 sehingga akan terlihat dengan jelas besaran kenaikan dari tiap tahunnya.



  1. GNP (Produk Nasional Bruto)
Produk Nasional Bruto (Gross National Product) atau PNB yaitu meliputi nilai-nilai produk yang berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh penduduk selama satu tahun, termasuk hasil-hasil produksi barang dan jasa yang dihasilkan oleh warga negara yang berada di luar negeri, tetapi tidak termasuk hasil produksi perusahaan asing yang beroperasi di wilayah negara tersebut.


PNB = PDB + Pendapatan Neto dari luar negeri (Net Factor Income from Abrood)

di mana,
·         PNB =  Produk Nasional Bruto/Gross National Product (GNP)
·         PDB =  Produk Domestic Bruto/Gross Domestic Product (GDP)
·        Pendapatan  Neto  = Pendapatan dari warga negara yang tinggal di luar negeri dikurangi pendapatan warga negara asing yang bekerja di dalam negeri

Contoh :
Andi adalah warga negara Indonesia, bekerja di Indonesia dengan pendapatan Rp2.500.000,00. Lukas adalah warga negara asing yang tinggal dan bekerja di Indonesia, pendapatan Rp4.000.000,00. Yosi adalah warga negara Indonesia tinggal dan bekerja di luar negeri dengan pendapatan Rp1.500.000,00.

Maka PDB (GDP) = pendapatan Andi + pendapatan Lukas = Rp2.500.000,00 + Rp4.000.000,00                               = Rp6.500.000,00

Penghasilan Neto = pendapatan Yosi − pendapatan Lukas = Rp1.500.000,00  − Rp4.000.000,00                              = -Rp2.500.000,00

dengan menerapkan rumus di atas dapat kita ketahui PNB adalah:

PNB (GNP)        = PDB + Penghasilan Neto
               = Rp6.500.000,00 + (- Rp2.500.000,00)
                           = Rp4.000.000,00


  1. NNP (Produk Nasional Neto)
Produk Nasional Neto (Net National Product) adalah penggantian barang modal/penyusutan bagi peralatan produksi yang dipakai dalam proses produksi yang umumnya bersifat taksiran sehingga mungkin saja kurang tepat dan dapat menimbulkan kesalahan meskipun relatif kecil.

NNP = GNP - Depresiasi
Contoh:
Pada tahun 2000 GNP Indonesia atas dasar harga berlaku 2.508.176,3 milliar rupiah dan depresiasi/penyusutan sebesar 115.009,7 milliar maka:
NNP                  =  2.508.176,3m  − 115.009,7m
              2.393.166,6 milliar

  1. NNI (Pendapatan Nasional Neto)
Pendapatan Nasional Neto (Net National Income) adalah pendapatan yang dihitung berdasarkan jumlah balas jasa yang diterima oleh masyarakt sebagai pemilik faktor produksi. Besarnya NNI dapat diperoleh dari NNP dikurang pajak langsung( subsidi ).

NNI = GNP - Depresiasi - Pajak tidak langsung
Contoh:
Pada tahun 2000 GNP Indonesia atas dasar harga berlaku 2.508.176,3 milliar rupiah dan depresiasi/penyusutan sebesar 115.009,7 milliar dan pajak tidak langsung dikurangi subsidi sebesar 90.101,3 milliar maka:
NNP                  =  2.508.176,3m  − 115.009,7m – 90.101,3m
              2.303.065,3 milliar


3. Distribusi Pendapatan Nasional dan kemiskinan
(dist pendapatan , pengertian kemiskinan + pertumbuhan dan pemerataan

Masalah besar yang dihadapi negara sedang berkembang adalah tidak meratanya distribusi pendapatan memicu terjadinya ketimpangan pendapatan yang merupakan awal dari munculnya masalah kemiskinan. Membiarkan kedua masalah tersebut berlarut-larut akan semakin memperparah keadaan, dan tidak jarang dapat menimbulkan konsekuensi negatif terhadap kondisi sosial dan politik.

Kemiskinan adalah keadaan dimana terjadi ketidakmampuan untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti makanan , pakaian , tempat berlindung, pendidikan, dan kesehatan. Kemiskinan dapat disebabkan oleh kelangkaan alat pemenuh kebutuhan dasar, ataupun sulitnya akses terhadap pendidikan dan pekerjaan. Kemiskinan merupakan masalah global. Sebagian orang memahami istilah ini secara subyektif dan komparatif, sementara yang lainnya melihatnya dari segi moral dan evaluatif, dan yang lainnya lagi memahaminya dari sudut ilmiah yang telah mapan.

Adapun secara umum penyebab kemiskinan diantaranya:

1.     Kemalasan.
2.     Kebodohan dan pemborosan.
3.     Bencana alam.
4.     Kejahatan, misalnya dirampok
5.     Genetik dan dikehendaki Tuhan, baik genetika orang tua, tempat lahir, kondisi orang tua yang miskin

Definisi kemiskinan menurut beberapa ahli


- Menurut Badan Pusat Statistik (2000), kemiskinan didefinisikan sebagai pola konsumsi yang setara dengan beras 320 kg/kapita/tahun di pedesaan dan 480 kg/kapita/tahun di daerah perkotaan.

- Bappenas dalam dokumen Strategi Nasional Penanggulangan Kemiskinan juga mendefinisikan masalah kemiskinan bukan hanya diukur dari pendapatan, tetapi juga masalah kerentanan dan kerawanan orang atau sekelompok orang, baik laki-laki maupun perempuan untuk menjadi miskin

- SPECKER (1993) mengatakan bahwa kemiskinan mencakup beberapa hal yaitu :

1. kekurangan fasilitas fisik bagi kehidupan yang normal

2. gangguan dan tingginya risiko kesehatan

3. risiko keamanan dan kerawanan kehidupan sosial ekonomi dan lingkungannya

4. kekurangan pendapatan yang mengakibatkan tidak bisa hidup layak, dan

5. kekurangan dalam kehidupan sosial yang dapat ditunjukkan oleh ketersisihan sosial



http://ekonomikelasx.blogspot.com/2012/02/konsep-gnp-pdb-pdrb-gnp-pnb-nnp-pnn-nni.html

Senin, 10 Juni 2013

Tugas 6 Aspek Hukum "Hak Kekayaan Intelektual"



1.     Hak Kekayaan Intelektual
Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) merupakan hak atas kekayaan yang timbul atau lahir karena kemampuan intelektual manusia. Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) adalah hak eksklusif yang diberikan suatu peraturan kepada seseorang atau sekelompok orang atas karya ciptanya. Secara sederhana HAKI mencakup Hak Cipta, Hak Paten Dan Hak Merk. Namun jika dilihat lebih rinci HAKI merupakan bagian dari benda (Saidin : 1995), yaitu benda tidak berwujud (benda imateriil).

2.     PRINSIP-PRINSIP HAK KEKAYAAN INTELEKTUAL

         a.   Prinsip Ekonomi (The Economic Argument)
Prinsip ekonomi, yaitu hak intelektual berasal dari kegiatan kreatif suatu kemauan daya pikir manusia yang diekspresikan dalam berbagai bentuk yang akan memeberikan keuntungan kepada pemilik yang bersangkutan.

     b.    Prinsip Keadilan (The Principle of Natural Justice)
Prinsip keadilan, yaitu di dalam menciptakan sebuah karya atau orang yang bekerja menghasilkan suatu hasil dari kemampuan intelektual dalam ilmu pengetahuan, seni, dan sastra yang akan mendapat perlindungan dalam pemiliknya.

c.    Prinsip Kebudayaan (The Cultural Argument)
Prinsip kebudayaan, yaitu perkembangan ilmu pengetahuan, sastra, dan seni untuk meningkatkan kehidupan manusia.

d.    Prinsip Sosial (The Social Argument)
Prinsip sosial ( mengatur kepentingan manusia sebagai warga Negara ), artinya hak yang diakui oleh hukum dan telah diberikan kepada individu merupakan satu kesatuan sehingga perlindungan diberikan berdasarkan keseimbangan kepentingan individu dan masyarakat.

3.    KLASIFIKASI HAK KEKAYAAN INTELEKTUAL
  • Hak Cipta
  • Hak Kekayaan Industri, yang meliputi :
  • Hak Paten
  • Hak Merek
  • Hak Desain Industri
  • Hak Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu
  • Hak Rahasia Dagang
  • Hak Indikasi

4.    DASAR HUKUM HAK KEKAYAAN INTELEKTUAL DI INDONESIA

  • Undang-undang No. 19 Tahun 2002 tentang Hak Cipta
  • Undang-undang No. 14 Tahun 2001 tentang Paten
  •  Undang-undang No. 15 Tahun 2001 tentang Merk
  • Undang-undang No. 30 Tahun 2000 tentang Rahasia Dagang
  • Undang-undang No. 31 Tahun 2000 Desain Industri
  • Undang-undang No. 32 Tahun 2000 tentang Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu

5.    HAK CIPTA
Hak khusus bagi pencipta maupun penerima hak untuk mengumumkan atau memperbanyak ciptaannya maupun memberi izin untuk itu dengan tidak mengurangi pembatasan-pembatasan menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku (Pasal 2 ayat 1 UUHC).Dikatakan hak khusus atau sering juga disebut hak eksklusif yang berarti hak tersebut hanya diberikan kepada pencipta dan tentunya tidak untuk orang lain selain pencipta

6.    HAK PATEN
Berdasarkan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2001, Paten adalah hak eksklusif yang diberikan oleh Negara kepada Inventor atas hasil invensinya di bidang teknologi, yang untuk selama waktu tertentu melaksanakan sendiri invensinya tersebut atau memberikan persetujuannya kepada pihak lain untuk melaksanakannya. (Pasal 1 Ayat 1)
Hak khusus yang diberikan negara kepada penemu atas hasil penemuannya di bidang teknologi, untuk selama waktu tertentu melaksanakan sendiri penemuannya tersebut atau memberikan persetujuan kepada orang lain untuk melaksanakannya. (Pasal 1 Undang-undang Paten)

7.    HAK MERK
Berdasarkan Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2001, Merk adalah tanda yang berupa gambar, nama, kata, huruf- huruf, angka- angka, susunan warna, atau kombinasi dari unsur- unsur tersebut yang memiliki daya pembeda dan digunakan dalam kegiatan perdagangan barang atau jasa. (Pasal 1 Ayat 1)
Merk adalah tanda yang berupa gambar, nama, kata, huruf-huruf, angka-angka, susunan warna atau kombinasi dari unsur-unsur tersebut yang memiliki daya pembeda dan digunakan dalam kegiatan perdagangan barang atau jasa (Pasal 1 Undang-undang Merk).

8.    DESAIN INDUSTRI
Suatu kreasi tentang bentuk, konfigurasi, atau komposisi garis atau warna, atau garis dan warna, atau gabungannya, berbentuk tiga dimensi atau dua dimensi dan memberikan nilai estetika, serta dapat diwujudkan dalam pola tiga dimensi atau dua dimensi, dapat dipakai untuk menghasilkan suatu produk, barang atau komoditi industri atau kerajinan tangan.

9.    RAHASIA DAGANG
Informasi di bidang teknologi atau bisnis yang tidak diketahui oleh umum, mempunyai nilai ekonomi karena berguna dalam kegiatan usaha dan dijaga kerahasiaannya oleh pemiliknya.

Sumber:
2.   zaki-math.web.ugm.ac.id/matematika/etika_profesi/HAKI_09.ppt

Rabu, 05 Juni 2013

Tugas : Jurnal

 FACTOR-FACTOR THAT INFLUENCE THE DEVELOPMENT STRATEGY



Journal of Theoretical and Applied Electronic Commerce Research
ISSN 0718-1876 Electronic Version
VOL 3/ISSUE 2/AUGUST 2008/18-29
“Factors Influencing the Evolution of Electronic Commerce:
An Empirical Analysis in a Developed Market Economy”
Judul: Faktor yang mempengaruhi Evolusi Electronic Commerce
(Sebuah Analisis Empiris dalam Perkembangan Ekonomi Pasar)
  1. Tujuan Penelitian:
Pengevaluasian kontribusi besarnya potensi pasar yang diwakili oleh komunitas pengguna internet untuk pengembangan perdagangan elektronik, serta faktor penentu lainnya.
Validasi dilakukan, untuk  seluruh pasar  Spanyol selama tujuh tahun, mengungkapkan adanya ambang batas kritis dari konsumen online yang, telah melampaui, mengandaikan perubahan tren pertumbuhan elektronik.
  1. Manfaat Penelitian:
Pemverifikasian bahwa difusi teknologi broadband,definisi kerangka hukum
perlindungan konsumen, dan desain proposisi nilai yang dirasakan sebagai "aman", juga mempengaruhi
pengembangan perdagangan elektronik. Pengkonfirmasian  kontribusi strategi diferensiasi perusahaan ke perkembangan perdagangan elektronik, sehingga merugikan yang didasarkan pada kepemimpinan harga. Akhirnya, tampaknya kepemilikan komputer tidak lagi merupakan indikator hambatan akses.
  1. Metodologi Penelitian:
Metodologi Penelitian ini adalah deskriptif. Penelitian deskriptif (descriptive research) adalah suatu metode penelitian yang ditujukan untuk menggambarkan factor – factor yang mempengaruhi Evolusi Electronic Commerce, yang berlangsung saat ini .Penelitian deskriptif ini , mendeskripsikan sesuatu keadaan saja, tetapi bisa juga mendeskripsikan keadaan dalam tahapan-tahapan perkembangannya. Penelitian demikian disebut penelitian perkembangan (developmental studies). Dalam penelitian perkembangan ada yang bersifat longitudinal atau sepanjang waktu, dan ada yang bersifat cross sectional atau dalam potongan waktu.
4.   Kesimpulan Penelitian:
Di Negara maju, seperti dalam penelitian ini adalah Negara Spanyol,di mana tingkat perkembangan internet di kalangan penduduk adalah tinggi (lebih dari 50 % populasi),difusi broadband memainkan peran penting. Jenis teknologi memudahkan akses pengguna ke sistem komunikasi canggih komersial.Komputer tidak lagi menjadi indicator hambatan terhadap akses ke internet. Hubungan positif antara tingkat harga di internet dan volume penjualan karena e-commerce menunjukkan bahwa pasar elektronik tidak menyebabkan penurunan umum dalam harga. Sebaliknya ini menunjukkan hubungan positif,akan pentingnya strategi pemasaran yang berbeda beda,akan memberikan nilai yang lebih besar kepada konsumen.Objek penelitian ini adalah fenomena yang dinamis,dikarenakan factor penentu yang diidentifikasi di sini sebagai relevan dan pengaruhnya terhadap perkembangan e-commerce bisa berubah di masa depan.

International Journal of Academic Research in Business and Social Sciences January 2012, Vol. 2, No. 1 ISSN: 2222-6990 6 www.hrmars.com/journals
POPULATION AND ECONOMIC GROWTH IN DEVELOPING COUNTRIES Minh Quang Dao
Professor of Economics, Eastern Illinois University, 600 E. Lincoln Avenue Charleston, IL 61920, U.S.A. Email: mqdao@eiu.edu
A. Tujuan Penelitian
Masalah yang diangkat dalam jurnal ini adalah mengetahui dampak transisi demografis terhadap pertumbuhan ekonomi di negara berkembang. Tujuan dari penelitian ini adalah membantu pemerintah untuk merancang kebijakan yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi akibat adanya transisi demografi.
B. Manfaat Penelitian
        Manfaat dari hasil studi kasus dalam jurnal ini diantaranya adalah untuk mengetahui rasio ketergantungan kaum muda tidak memberikan efek pada pertumbuhan PDB per kapita. Rasio ketergantungan kaum muda hanya memberikan efek pada pertumbuhan penduduk yang akan memberikan dampak pada pertumbuhan ekonomi. Hal tersbut juga berlaku antara hubungan interaksi antara pertumbuhan penduduk dan rasio ketergantungan kaum tua. Studi kasus ini juga menyatakan efek negative dari pertumbuhan penduduk terhadap pertumbuhan PDB per kapita di negara-negara berkembang dengan pertumbuhan penduduk tahunan rata-rata kurang dari 1,2 persen. Di sisi lain, negara-negara berkembang dengan rasio ketergantungan kaum muda yang tinggi dan tingkat pertumbuhan penduduk rendah cenderung tumbuh lebih cepat.
C. Metodologi
        Metodologi yang digunakan pada penelitian ini adalah teknik estimasi kuadrat – regresi linear multivarian, dimana data untuk semua variable diambil dari indicator pembangun dunia 2010.
D. Kesimpulan
        Kesimpulan dari jurnal ini adalah :
1. Efek pertumbuhan penduduk pada pertumbuhan PDB per kapita linear dan di mana-mana negatif. Itu lebih kuat ketika persyaratan interaksi yang disertakan dalam model Statistik. Pemerintah di negara-negara berkembang dapat mempengaruhi pertumbuhan penduduk untuk merangsang pertumbuhan. Cina menyediakan contoh yang jelas dengan tiba-tiba memperkenalkan koleksi sangat koersif metode untuk mengurangi tingkat kesuburan total sekitar 5.8-2.2 kelahiran per perempuan antara 1970 dan 1980.
2. Karena penurunan Fertilitas mempengaruhi struktur umur penduduk negara berkembang, itu ditemukan tidak berdampak signifikan statistik pada pertumbuhan ekonomi ketika kedua rasio ketergantungan muda dan tua yang disertakan dalam model. Efek rasio ketergantungan tua pada pertumbuhan PDB per kapita selalu negatif dan lebih kuat ketika persyaratan interaksi yang disertakan dalam model.
3. Di sisi lain, interaksi antara pertumbuhan penduduk dan rasio ketergantungan muda dan apakah atau tidak rata-rata laju pertumbuhan penduduk tahunan kurang dari 1,2 persen mengerahkan pengaruh positif pada pertumbuhan ekonomi.
4. Baik tingkat urbanisasi maupun pertumbuhan urban memiliki dampak yang signifikan secara statistik pada pertumbuhan PDB per kapita. Hasil ini mungkin karena fakta bahwa dua dimensi Transisi demografis mengerahkan efek positif dan negatif pada pertumbuhan ekonomi dan efek ini self-cancelling.

Kesimpulan

A.    Tujuan penelitian

§  untuk menciptakan model strategis untuk perencanaan pembangunan Kecamatan Administrasi organisasi SAO
§  untuk percobaan model strategis untuk perencanaan pengembangan SAO
                           
B.    Manfaat penelitian

§  potensi pengembangan dan desentralisasi pengambilan keputusan lokal untuk memiliki peran dan mengambil tanggung jawab pengelolaan pelayanan publik dengan membuka partisipasi masyarakat untuk pembangunan daerah sendiri nilai dan manfaat bagi orang layanan menyeluruh.

C.    Metologi penelitian

§  Penelitian kualitatif sebagai Participatory Action Research (PAR) digunakan untuk menciptakan model strategis untuk perencanaan pembangunan SAO dari Keoychai Kecamatan, Chumseang District, Nakhon Sawan Province. PAR adalah digunakan untuk persiapan SAO rencana pembangunan melalui proses brainstorming terintegrasi dengan SWOT (Strength, Kelemahan, Peluang dan Ancaman) analisis (Thiengkamol, 2011a). Ada lima langkah perencanaan pembangunan sebagai termasuk;
1.1 Perencanaan,
1.2 Implementasi Rencana,
1.3 Monitoring dan Evaluasi, Mengoreksi,
1.4 Menambah dan Mengganti,
1.5  Berpikir Model Strategi Pembangunan.

§  Kuesioner untuk penyusunan rencana pelaksanaan dan kepuasan pembangunan digunakan untuk mengevaluasi SAO rencana pembangunan, itu termasuk sebagai berikut:
Unit 1: Membangun kesadaran dan pengetahuan dan pemahaman untuk persiapan rencana.
Unit 2: Membangun perwakilan untuk berkolaborasi dalam persiapan rencana.
Unit 3: Memberikan Pengetahuan dan Pemahaman tentang berpikir model yang pada strategi pembangunan.
Unit 4: sidang umum untuk rencana tersebut.
Unit 5: Membuat rencana dan pelaksanaan sesuai dengan rencana.
Unit 6: Rencana monitoring dan evaluasi.


§  Penelitian kuantitatif digunakan untuk bereksperimen dengan model strategis untuk perencanaan pengembangan SAO dari Keoychai Kecamatan, Chumseang District, Nakhon Sawan Province. Ada 2 kelompok sampel penelitian. Kelompok percobaan pertama terdiri dari 221 pemangku kepentingan. Kelompok eksperimen kedua adalah 45 anggota SAO.


D.    Kesimpulan

§  Analisis SWOT digunakan untuk mengevaluasi kompetensi pengembangan potensi yang ada dan kesempatan untuk masa depan pengembangan SAO. Kekuatan itu ditemukan bahwa tidak ada konflik ras dan lahan karena sesuai untuk dengan kesuburan tanah dan agrikulturis adalah kemampuan bekerja keras dan tinggi pengetahuan pertanian, khususnya, budidaya padi dan tidak ada kejahatan dan pecandu narkoba di masyarakat. Kelemahan ditemukan bahwa tidak ada sistem irigasi, banyak dari agriculturists memiliki utang informal biaya produksi yang tinggi dan hadiah produk yang ditetapkan oleh orang tengah, kekurangan modal kerja, Jurnal Mediterania Ilmu Sosial dan peralatan kecil, kurang teknologi dan kualitas rendah. Peluang ditemukan bahwa lokasi menempatkan dalam perjalanan ke provinsi pusat, dan transportasi yang nyaman, oleh karena itu, mudah untuk pengembangan usaha karena memiliki stasiun kereta api. Selain itu, lokasinya mampu mengembangkan sebagai situs rekreasi untuk melewati orang dan mampu menahan toko masyarakat untuk meningkatkan pendapatan dan pekerjaan. Ini menempatkan pada bidang datar dan terhubung ke sungai penting yang berbeda seperti Nan Sungai dan Yom River. Oleh karena itu, sudah selayaknya untuk kegiatan pertanian banyak. Ancaman adalah kekurangan sistem irigasi, dan memiliki dihadapkan dengan kekeringan dan banjir. Selain itu, hadiah produk pertanian mengalami fluktuasi. SAO memiliki sedikit anggaran untuk pembangunan.
Jurnal Pembangunan Berkelanjutan di Afrika (Volume 13, No.7, 2011)
ISSN: 1520-5509
Clarion University of Pennsylvania, Clarion, Pennsylvania


URBANISATION AND THE CHALLENGES OF DEVELOPMENT CONTROLS IN GHANA:
A CASE STUDY OF WA TOWNSHIP”

Judul : Urbanisasi danTantangan Pembangunan di Ghana Kontrol: (STUDI KASUS WA TOWNSHIP)
Pusat Studi Permukiman, Kwame Nkrumah Universitas Sains dan Teknologi, Kumasi

  1. Tujuan Penelitian

Penelitian ini bertujuan untuk perencanaan pembangunan tata ruang perkotaan dan kontrol untuk memastikan pembangunan yang terkoordinasi dan harmonis permukiman perkotaan kita sehingga tercipta lingkungan yang mempromosikan kesehatan, estetis, dan menghasilkan efisiensi ekonomi sistem perkotaan. Serta untuk menilai tindakan pengendalian pembangunan penegakan hukum oleh lembaga perencanaan fisik untuk menyoroti dampak, tantangan dan jalan ke depan untuk transformasi spasial dalam Wa.

  1. Manfaat Penelitian

Penelitian ini bertujuan untuk menilai tindakan pengendalian pembangunan penegakan hukum oleh lembaga perencanaan fisik untuk menyoroti dampak, tantangan dan jalan ke depan untuk transformasi spasial dalam Wa.

  1. Metodologi Penelitian

Data primer dan sekunder yang digunakan untuk penelitian ini. Untuk data primer, kuesioner dirancang dan wawancara yang dilakukan. Data sekunder meliputi literatur tentang konsep dan isu-isu yang berkaitan dengan penelitian. Tabel 1 menunjukkan metodologi rinci untuk penelitian ini. Unit investigasi termasuk tuan tanah, penyewa dan petugas dari pengelolaan lahan dan badan perencanaan fisik. Ini terdiri Komisi Lands. Judul Pendaftaran Tanah, Survei Departemen, Tanah Dewan Penilaian, Kota dan Departemen Perencanaan Negara, Kantor Administrator Bangku Tanah dan Majelis Kota Wa.

      Saat ini, adalah perkiraan jumlah 16.516 rumah di Wa. Menggunakan asumsi bahwa setiap pemilik berhak atas satu rumah, Wa memiliki 16.516 tuan tanah. Menggunakan bahwa sebagai kerangka sampling dan tingkat kepercayaan 90%, 100 kuesioner rumah tangga diberikan kepada siswa. Sebuah kuesioner Kelembagaan diberikan kepada Manajemen tanah dan organisasi perencanaan fisik dan Komisi Pertanahan, Tanah gelar pendaftaran, Survei Departemen, Valuasi Tanah, Kota dan Departemen Perencanaan Negara, Kantor Administrator feses Tanah) dan Majelis Kota juga diberikan.

  1. Kesimpulan Penelitian

Kontrol pembangunan adalah mekanisme untuk memastikan pelaksanaan tertib dan terkoordinasi rencana penggunaan lahan. Tujuan pengendalian pembangunan adalah untuk memastikan bahwa pola dan sifat pembangunan yang diusulkan di atas tanah termasuk dalam kebijakan yang ditetapkan dalam rencana pembangunan dan mengikuti undang-undang dan bimbingan sebagaimana diatur dalam perencanaan pernyataan panduan kebijakan. Keinginan adalah untuk memungkinkan untuk lingkungan tertib yang akan memenuhi persyaratan untuk hidup yang ideal. Standar perencanaan perkotaan di Ghana memiliki evolusi historis pada penggunaan dan adoptability mengenai rencana induk dan pendekatan perencanaan regularisasi lahan untuk pengelolaan lahan perkotaan yang efektif di pemukiman manusia.
Studi ini menemukan bahwa penegakan kapasitas kelembagaan lemah dan pendidikan perencanaan lemah. Oleh karena itu disarankan bahwa harus ada pengembangan kapasitas lembaga sektor tanah dan pendidikan perencanaan pada kontrol pembangunan di Wa.


Jurnal Pembangunan Berkelanjutan di Afrika (Volume 14, No.6, 2012)
ISSN: 1520-5509
Clarion University of Pennsylvania, Clarion, Pennsylvania



Institutional Arrangements For Managing Solid Waste in the Shama-Ahanta-East Metropolis ,Ghana

Judul : PENGATURAN KELEMBAGAAN UNTUK MENGELOLA SAMPAH DI METROPOLIS SHAMA-AHANTA-TIMUR, GHANA

1. Tujuan Penelitian
Penelitian ini bertujuan untuk meneliti hubungan kelembagaan dan tanggapan terhadap masalah pengelolaan sampah di Metropolis Shama-Ahanta-Timur, Ghana

2.  Manfaat Penelitian

Penelitian ini merekomendasikan pengembangan kapasitas kelembagaan yang kuat dan koordinasi antara instansi terkait untuk pengelolaan limbah yang efektif.

3. Metodologi Penelitian

Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dalam pengumpulan dan analisis data. Data untuk penelitian ini dikumpulkan melalui wawancara mendalam dari pejabat purposif dipilih dari lembaga pengelolaan limbah dan pemangku kepentingan lainnya dalam pengelolaan limbah
 padat.


 4. Kesimpulan Penelitian

Ditemukan bahwa kapasitas kelembagaan yang lemah, ditambah dengan buruknya koordinasi antar pemangku kepentingan, telah diterjemahkan ke dalam limbah manajemen pelayanan yang tidak memadai padat di kota metropolitan.